Selasa, 06 Juni 2017

Sholat subuh haruskah pakai doa Qunut?



Banyak orang-orang awam masih bertanya-tanya sampai sekarang apakah doa Qunut itu harus di baca atau tidak di waktu subuh? apakah itu sunah atau bid'ah? Di Masjidilharam (Mekkah) dan masjid nabawi (Madinah) yang merupakan pusat kelahiran islam ternyata tidak melakukan doa qunut pada sholat subuh seperti yang di lakukan oleh masjid-masjid di Indonesia.Akan tetapi ada juga masjid-masjid di Indonesia yang tidak membaca doa Qunut di waktu subuh. Lalu apakah Rasullulah SAW melakukan qunut di waktu subuh? Ternyata banyak orang yang salah paham dengan doa qunut yang berikut ini:

ALLAH HUMAH DINI FIMAN HADAIT.
WA'A FINI FIMAN 'AFAIT.
WATAWALLANI FIMAN TAWALAIT.
WABARIKLI FIMAA A'TAIT.
WAQINII SYARROMAA QADZAIT.
FAINNAKA TAQDHI WALA YUQDHA 'ALAIT. WAINNAHU LAYADZILUMAN WALAIT. WALAA YA'IZZUMAN 'ADAIT.
TABAA ROKTA ROBBANA WATA'ALAIT.
FALAKALHAMDU 'ALA MAAQADZAIT.
ASTAGHFIRUKA WA'ATUBU ILAIK.
WASALLALLAHU 'ALA SAIDINA MUHAMMADININ NABIYIL UMMIYI WAALA AALIHI WASAHBIHI WASALAM.


PERHATIAN:  Doa di atas bukanlah doa qunut Subuh tetapi doa di atas adalah Qunut witir, jadi doa qunut di atas di pakai untuk sholat witir bukan untuk sholat subuh, itulah sebabnya di Arab saudi doa ini tidak di baca di waktu subuh.Karena Rasullulah sendiri mengajarkanya untuk sholat witir, hal ini berdasarkan hadist yang di riwatkan oleh abu dawud bahwa Nabi SAW bersabda:


عَلَّمَنِيْ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلِمَاتٍ أَقُوْلُهُنَّ فِي قُنُوتِ الْوِتْرِ: ” اللَّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ ، وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ ، وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ ؛ إِنَّكَ تَقْضِيْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ ، وَ إِنَّهُ لاَ يُذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ ، وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ


ALLAH HUMAH DINI FIMAN HADAIT.
WA'A FINI FIMAN 'AFAIT.
WATAWALLANI FIMAN TAWALAIT.
WABARIKLI FIMAA A'TAIT.
WAQINII SYARROMAA QADZAIT.
FAINNAKA TAQDHI WALA YUQDHA 'ALAIT. WAINNAHU LAYADZILUMAN WALAIT. WALAA YA'IZZUMAN 'ADAIT.
TABAA ROKTA ROBBANA WATA'ALAIT.
FALAKALHAMDU 'ALA MAAQADZAIT.
ASTAGHFIRUKA WA'ATUBU ILAIK.
WASALLALLAHU 'ALA SAIDINA MUHAMMADININ NABIYIL UMMIYI WAALA AALIHI WASAHBIHI WASALAM.


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan kepadaku doa yang aku ucapkan pada Witir: “Ya Allah, tunjukilah aku sebagaimana Engkau berikan petunjuk (kepada selainku), berilah keselamatan sebagaimana Engkau berikan keselamatan (kepada selainku), jadikanlah aku wali-Mu sebagaimana Engkau jadikan (selainku) sebagai wali, berilah keberkahan kepadaku pada semua pemberian-Mu, lindungilah aku dari kejelekan takdir-Mu; sesungguhnya Engkau mentakdirkan dan tidak ditakdirkan, dan sesungguhnya tidak terhinakan orang yang menjadikan Engkau sebagai wali, dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha suci dan Maha tinggi Engkau, wahai Rabb kami”. [HR Abu Dawud, dan dishahîhkan Syaikh al-Albâni dalam Irwa` al-Ghalil, 2/172].

Jadi qunut sering di baca oleh orang-orang di waktu subuh di seluruh Indonesia ini adalah qunut witir bukan qunut Subuh, Adapun qunut yang di baca oleh nabi Muhammad SAW di waktu subuh adalah qunut Nazilah.

KALAU KALIAN INGIN TAHU? AJARAN-AJARAN ISLAM DI INDONESIA SUDAH BANYAK DI RUSAK DAN DI SIMPANGKAN OLEH BELANDA, KAUM TASAWUF (SUFISME), ORANG-ORANG SYIAH, DAN YAHUDI ZIONIS


Sejarah Qunut Nazilah :

Qunut Nazilah pernah di baca oleh nabi SAW ketika 70 penghapal qur'an di bunuh pada masa itu , Namun setelah sebulan kemudia nabi meninggalkanya dan tidak membacanya lagi setelah dapat teguran dari Allah dengan di turunkanya ayat Ali imran 128.


وَعَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ : َلأُقَرِّبَنَّ بِكُمْ صَلاَةَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَانَ أَبُوْ هُرَيْرَةَ يَقْنُتُ فِي الرَّكْعَةِ اْلآخِرَةِ مِنْ صَلاَةِ الظُّهْرِ وَالْعِشَاءِ اْلأَخِرَةِ وَصَلاَةِ الصُّبْحِ بَعْدَ مَا يَقُوْلُ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ. فَيَدْعُوْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَيَلْعَنُ الْكُفَّارَ.
Dan dari Abu Hurairah, ia berkata, “Sungguh aku akan mendekatkan kamu dengan shalat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka, Abu Hurairah kemudian qunut dalam raka’at yang akhir dari shalat Zuhur, ‘Isya dan shalat Shubuh, sesudah ia membaca: ‘Sami’allahu liman hamidah.’ Lalu ia mendo’akan kebaikan untuk orang-orang Mukmin dan melaknat orang-orang kafir.”
Hadits shahih riwayat Ahmad (II/255), al-Bukhari (no. 797) dan Muslim (no.676 (296), ad-Daraquthni (II/37 atau II/165) cet. Darul Ma’rifah.

 Jadi doa Qunut Nazilah atau Qunut subuh hukumnya telah terhapus.


Berikut adalah riwayat dari Abu Hurairah tentang qunut yang pernah dikerjakan Nabi saw:

INILAH QUNUT SUBUH YANG ASLI ATAU DI SEBUT JUGA DENGAN QUNUT NAZILAH

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ حِينَ يَفْرُغُ مِنْ صَلَاةِ الْفَجْرِ مِنَ الْقِرَاءَةِ، وَيُكَبِّرُ وَيَرْفَعُ رَأْسَهُ: «سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ»، ثُمَّ يَقُولُ وَهُوَ قَائِمٌ: «اللهُمَّ أَنْجِ الْوَلِيدَ بْنَ الْوَلِيدِ، وَسَلَمَةَ بْنَ هِشَامٍ، وَعَيَّاشَ بْنَ أَبِي رَبِيعَةَ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ، اللهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَى مُضَرَ وَاجْعَلْهَا عَلَيْهِمْ كَسِنِي يُوسُفَ، اللهُمَّ الْعَنْ لِحْيَانَ، وَرِعْلًا، وَذَكْوَانَ، وَعُصَيَّةَ عَصَتِ اللهَ وَرَسُولَهُ»، ثُمَّ بَلَغَنَا أَنَّهُ تَرَكَ ذَلِكَ لَمَّا أُنْزِلَ: {لَيْسَ لَكَ مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ أَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَإِنَّهُمْ ظَالِمُونَ} [آل عمران: 128] (رزاه مسلم)
Artinya: Adalah Rasulullah saw setelah selesai membaca (Surah) dan (selesai) bertakbir dan mengangkat kepalanya (dari ruku’) beliau mengucapkan : Sami’allahu liman hamidah, Rabbana wa lakal hamdu, kemudian beliau mengucap sedang kan beliau dalam keadaan berdiri: (artinya) Ya Allah, selamakanlah Walid bin Walid dan Salamah bin Hisyam dan Ayyasy bin Abi Rabi’ah dan orang-orang lemah dari kalangan orang orang Mu’min, ya Allah perkuatlah adzabmu atas Mudhar dan jadikanlah untuk mereka masa-masa paceklik sebagaimana paceklik Yusuf, ya Allah laknatlah Lihyan, Ri’il dan Dzakwan, mereka telah membangkang kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian sampai berita kepada kami , bahwa beliau mening galkan doa (qunut) tersebut yaitu ketika turun ayat 128 surah ali Imran yang artinya: Engkau tidak punya hak sedikitpun pada urusan itu, apakah Allah akan menerima taubat mereka atau akan menyiksa mereka, lantaran mereka itu orang-orang yang zhalim ·HR.MUSLIM.

Ternyata qunut Nazilah di baca nabi bukan untuk sholat subuh saja,Rasullulah SAW juga membacanya di waktu sholat ashar,isya,magrib dan zuhur.
Berikut dalilnya:

وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَنَتَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَهْرًا مُتَتَابِعًا فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ وَصَلاَةِ الْصُّبْحِ فِيْ دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ إِذَا قَالَ: سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، مِنَ الرَّكْعَةِ اْلأَخِرَةِ يَدْعُوْ عَلَى أَحْيَاءٍ مِنْ بَنِيْ سُلَيْمٍ عَلَى رِعْلٍ وَذَكْوَانَ وَعُصَيَّةَ، وَيُؤَمِّنُ مَنْ خَلْفَهُ. (وَكَانَ أَرْسَلَ يَدْعُوْهُمْ إِلَى اْلإِسْلاَمِ فَقَتَلُوْهُمْ . قَالَ عِكْرِمَةُ : هَذَا مِفْتَاحُ الْقُنُوْتِ). اخرجه أبو داود رقم (1443) وابن الجارود رقم (106) وأحمد (1/ 301-302) والحاكم (1/325-326) والبيهقي (2/200) وقال الحاكم: صحيح على شرط البخاري ووافقه الذهبي .

Dari Ibnu Abbas, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah qunut selama satu bulan secara terus-menerus pada shalat Zhuhur, ‘Ashar, Maghrib, Isya dan Shubuh di akhir setiap shalat, (yaitu) apabila ia mengucap Sami’Allahu liman hamidah di raka’at yang akhir, beliau mendo’akan kebinasaan atas kabilah Ri’lin, Dzakwan dan ‘Ushayyah yang ada pada perkampungan Bani Sulaim, dan orang-orang di belakang beliau mengucapkan amin.
Hadits ini telah diriwayatkan oleh Abu Dawud[1], Ibnul Jarud[2], Ahmad[3], al-Hakim dan al-Baihaqi[4]. Dan Imam al-Hakim menambahkan bahwa Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengutus para da’i agar mereka (kabilah-kabilah itu) masuk Islam, tapi malah mereka membunuh para da’i itu. ‘Ikrimah berkata: Inilah pertama kali qunut diadakan.
Lihat Irwaa-ul Ghalil II/163
 Hadits shahih riwayat Ahmad ii/255 dan al-Bukhari No 4560

KESIMPULAN: 

Qunut Nazilah di gunakan oleh Rasullulah SAW untuk berdoa kepada allah agar orang-orang kafir di masa itu di musnahkan yaitu orang-orang kafir yang telah membunuh 70 penghafal qur'an, setelah sebulan kemudian nabi SAW meninggalkan. Itu artinya qunut Nazilah tidak boleh di baca lagi karena hukumnya terhapus.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar