Masyarakat awam banyak yang tidak tahu bahwa yasinan(pengiriman peramalan kepada orang yang sudah meninggal),acara kenduri kematian 7,hari,40,hari,100 hari,dan 1000 hari bukanlah ajaran yang berasal dari Islam.Ironisnya sebagian orang percaya bahwa yasinan hukumnya sunah bahkan wajib yang dianggap sebagai bagian dari syariat.lalu dari manakah sejarah yasinan ini kalau bukan dari Rosullulah? berikut ini ada empat versi sejarahnya:
1.Ada yang mengatakan bahwa yasinan sejarahnya berasal dari walisongo yang kala itu para wali menggunakan acara yasinan untuk merangkul masyarakat HINDU ,Sebab masyarakat hindu tidak mau begitu saja meninggalkan tradisi lamanya yang sangat menghormati ruh-ruh orang mati,maka dari itu para wali berusaha untuk mengganti tradisi-tradisi bakar menyan,pemujaan ruh,dan penyiapan sesajen dengan kegiatan yasinan.Tradisi hindu tersebut di ubah dengan adat atau tradisi yang keislam-islamian seperti yang kita kenal sekarang.
JIKA SEJARAH INI YANG BENAR MAKA YASINAN HARUS SEGERA DI TINGGALKAN KARENA SEMAKIN HARI SEMAKIN BANYAK ORANG YANG MENGANGGAP YASINAN ITU ADALAH SUNNAH BAHKAN DIANGGAP WAJIB DAN BAGIAN DARI SYARIAT ISLAM APALAGI KITA TIDAK LAGI HIDUP DI ZAMAN HINDU,TERLEBIH LAGI ANAK CUCU DAN KETURUNAN KITA AKAN MENGANGGAP YASINAN TERMASUK BAGIAN DARI HUKUM ISLAM PADAHAL ITU BID,AH
2.Ada juga yang mengatakan bahwa yasinan berasal dari misionaris nasrani Belanda yang mempelajari agama islam dan hindu di Indonesia,lalu mereka mencampuradukkan ajaran islam dan hindu yang bertujuan untuk merusak ajaran para wali dan merusak ajaran islam di Indonesia agar ajaran islam di Indonesia tidak murni lagi dan tidak sama seperti apa yang di contohkan Rosullulah dan tidak sama dengan pusatnya islam yaitu Mekkah dan Madinah.sejarah ini di perkuat kebenaranya setelah terbongkarnya manuskrip kuno versi babad tanah jawi yang ternyata sejarah walisongo (versi babad tanah jawi) yang mengajarkan yasinan tersebut adalah sejarah palsu yang di buat oleh para Belanda.Pada intinya Belanda telah memanipulasi sejarah.
JIKA SEJARAH INI YANG BENAR MAKA TAMBAH LAGI DI TEKAN TEGAS HARUS SEGERA DI TINGGALKAN KARENA SUDAH JELAS JELAS ITU BUATAN PENJAJAH YANG BERAGAMA NASRANI,KARENA NASRANI TIDAK AKAN PERNAH SENANG TERHADAP ISLAM, hal ini sesuai dengan firman Allah zang berbunyi
وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ
وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى
اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُم بَعْدَ
الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِن وَلِيٍّ
وَلَا نَصِيرٍ
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu
mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah
itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu
mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka
Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
QS. al-Baqarah (2) : 120
jadi kalau kita sudah tahu bahwa yasinan bukan dari islam tapi masih kita lakukan maka allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagi kita,
nauzubilllah....!!!1
3.Ada juga yang mengatakan bahwa yasinan berasal dari orang-orang HINDU yang mencampuradukkan ajaran islam dan hindu karena mereka iri melihat perkembangan penyebaran islam begitu pesat di Nusantara ini sehingga ajaran-ajaran hindu banyak yang tersingkir dan masyarakat hindu di pulau jawa banyak yang tersingkir hingga mereka pindah ke suatu pulau yang sekarang ini kita kenal pulau Bali.sejarah ini sama persis dengan sejarah syiah,yang mana orang yahudi (Abdillah bin saba) yang masuk islam namun munafik ,yang iri dan dengki melihat perkembangan islam begitu pesat di negeri Mekkah sehingga dia mencampuradukkan ajaran yahudi dengan ajaran islam yang kita kenal sekarang sebagai agama syiah.Sehingga orang-orang yahudi banyak yang tersingkir dan pindah ke suatu negeri babilonia(IRAK) dan Persia (Iran).
Disebutkan bahwa kepercayaan yang ada pada sebagian ummat Islam,
orang yang meninggal jika tidak diadakan selamatan (kenduri: 1 hari, 3
hari, 7 hari, 40 hari dst, /red ) maka rohnya akan gentayangan adalah
jelas-jelas berasal dari ajaran agama Hindu. Dalam agama Hindu ada
syahadat yang dikenal dengan Panca Sradha (Lima Keyakinan). Lima
keyakinan itu meliputi percaya kepadaSang Hyang Widhi, Roh leluhur,
Karma Pala, Samskara, dan Moksa. Dalam keyakinan Hindu roh leluhur
(orang mati) harus dihormati karena bisa menjadi dewa terdekat dari
manusia [Kitab Weda Smerti Hal. 99 No. 192]. Selain itu dikenal juga
dalam Hindu adanya Samskara (menitis/reinkarnasi).
Dalam
Kitab Manawa Dharma Sastra Weda Smerti hal. 99, 192, 193 yang berbunyi :
“Termashurlah selamatan yang diadakan pada hari pertama, ketujuh, empat
puluh, seratus dan seribu.
Dalam buku media Hindu yang
berjudul : “Nilai-nilai Hindu dalam budaya Jawa, serpihan yang
tertinggal” karya : Ida Bedande Adi Suripto, ia mengatakan : “Upacara
selamatan untuk memperingati hari kematian orang Jawa hari ke 1, 7, 40,
100, dan 1000 hari, jelas adalah ajaran Hindu.”
Telah
jelas bagi kita pada awalnya ajaran ini berasal dari agama Hindu,
selanjutnya umat islam mulai memasukkan ajaran-ajaran islam dicampur
kedalam ritual ini. Disusunlah rangkaian wirid-wirid dan doa-doa serta
pembacaan Surat Yasin kepada si mayit dan dipadukan dengan ritual-ritual
selamatan pada hari ke 7, 40, 100, dan 1000 yang tidak pernah diajarkan
oleh Nabi dan para sahabatnya. Apakah mencampur-campur ajaran seperti
ini diperbolehkan??
Iya, campur mencampur ajaran ini tanpa
sadar sudah diajarkan dan menjadi keyakinan nenek moyang kita dulu yang
ternyata sebagian dari kaum muslimin pun telah mewarisinya dan gigih
mempertahankannya. Lalu apakah kita lebih memegang perkataan nenek
moyang kita daripada apa-apa yang di turunkan Allah kepada RasulNya?
Allah berfirman :
وَإِذَا
قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا
أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لا يَعْقِلُونَ
شَيْئًا وَلا يَهْتَدُونَ
”Dan apabila dikatakan
kepada mereka :”Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah”. Mereka
menjawab :”(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami
dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. Apakah mereka akan mengikuti
juga, walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun,
dan tidak mendapat petunjuk?”
(QS. Al Baqarah : 170)
Allah berfirman :
وَلا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
“Dan
janganlah kamu mencampuradukkan Kebenaran dengan Kebatilan dan
janganlah kamu sembunyikan kebenaran sedangkan kamu mengetahuinya.” (QS. Al Baqarah : 42)
Allah
subhanahu wa ta’ala menyuruh kita untuk tidak boleh mencampuradukkan
ajaran agama islam (kebenaran) dengan ajaran agama Hindu (kebatilan)
tetapi kita malah ikut perkataan manusia bahwa mencampuradukkan agama
itu boleh, Apa manusia itu lebih pintar dari Allah???
Selanjutnya Allah berfirman :
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلا
تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
“Hai
orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara
keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan.
Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.”.(QS. Al Baqarah : 208).
Allah menyuruh kita dalam berislam MENYELURUH, tidak setengah-setengah…
TIDAK SETENGAH HINDU…SETENGAH ISLAM…!!!
JIKA SEJARAH INI YANG BENAR ,TAMBAH LAGI HARUS DI TINGGALKAN KARENA MENCAMPUR ADUKKAN AJARAN YANG BENAR DAN YANG BATIL DI LARANG OLEH ALLAH DALAM FIRMANYA
ﻭَﻻَ ﺗَﻠْﺒِﺴُﻮﺍْ ﺍﻟْﺤَﻖَّ ﺑِﺎﻟْﺒَﺎﻃِﻞِ ﻭَﺗَﻜْﺘُﻤُﻮﺍْ ﺍﻟْﺤَﻖَّ ﻭَﺃَﻧﺘُﻢْ ﺗَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ
Artinya:
“ Janganlah kamu campur-adukkan antara kebenaran dan kebatilan, dan kamu
sembunyikan yang benar padahal kamu mengetahuinya. “ ( Qs Al -Baqarah :
42 )
4.ada juga yang mengatakan bahwa yasinan adalah ajaran orang-orang Hindu yang masuk Islam namun membuat bid'ah dengan mencampuradukkan ajaran islam dan HIndu.Hal ini di perkuat bahwa ajaran kegiatan kenduri kematian 7 hari,40 hari ,100,hari dan 1000 hari ternyata banyak di temukan di kitab-kitab WEDA Hindu yang mana tidak dalam al-qur'an dan alhadist.
JIKA SEJARAH INI YANG BENAR MAKA TAMBAH LAGI HARUS SEGERA DI TINGGALAN KARENA SUDAH JELAS ITU BUATAN ORANG HINDU YANG BARU BELAJAR ISLAM,MEREKA MEMBUAT BID,AH SEOLAH OLAH MEREKA LEBIH PANDAI DARI NABI Muhammad SAW.
DARI KEEMPAT VERSI SEJARAH INI ,kita tidak tahu yang mana yang lebih mendekati kebenaran karena kita tidak hidup di zaman itu .namun jika kita bandingkan dengan sejarah Rosullulah dengan al-qur'an dan alhadist bahwa Rosullulah tidak pernah mengajarkan pengiriman peramalan (yasinan ) kepada para sahabat di masa hidupnya.
jelas bahwa yasinan dan kegiatan kenduri 7hari,40 hari,100 dan 1000,hari adalah bid'ah dalam islam.
bid'ah adalah ajaran yang tidak pernah di ajarakan oleh al-qur'an dan alhadist,tentunya kegiatan ini harus segera di lenyapkan karena itu adalah bid'ah dan bid'ah itu di larang oleh allah dan rosulnya dalam dalil-dalil shohih.yasinan adalah amalan yang tertolak dalam islam karena tidak di lakukan oleh rosullulah dan para sahabat di zamanya
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolak” (HR. Muslim no. 1718)
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak” (HR. Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718)
hadist lainya
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolak” (HR. Muslim no. 1718)
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap memulai khutbah biasanya beliau mengucapkan,
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ
خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ
وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang
diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah
bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan” (HR. Muslim no. 867)
setelah mereka mengetahui bahwa yasinan itu bukan ajaran dari Rosullulah maka banyak sekali bantahan mereka bahkan mereka menyebut yasinan adalah bid'ah hasanah dan sebagaimana berikut bantahan mereka:
1.mereka mengatakan bahwa yasinan itu mazhab syafei
2.yasinan itu katanya bisa mengurangi siksa kubur si mayat dan untuk mendoakan simayit
3.yasinan itu untuk menghibur tuan rumah
4.yasinan itu ajaran nenek moyang mereka yang dulu-dulu maka tidak boleh di hilangkan
5.yasinan itu baik karena sama saja dengan kita baca al-qur'an
6.yasinan itu baik karena mengajarkan tahlil
saya akan membantah pernyataan-pernyataan di atas:
1.imam syafei adalah orang yang berdasarkan al-qur'an dan alhadist,tidak ada satupun ajaran yasinan 7 hari,40 hari dan seterusnya di dalam kitab AL UMM Milik imam syafei bahkan menurut imam syafei pengiriman peramalan al-qur'an untuk orang yang sudah meninggal dunia adalah perbuatan yang sia-sia karena tidak ada hadisnya.
2.tidak ada satupun hadist yang mengatakan bahwa yasinan dapat mengurangi siksa kubur dan untuk mengirimkan doa kepada si mayit maka itu ada doa khusus di dalam hadist dan al-qur'an karena di dalam surat yasin tidak ada doa untuk orang yang sudah meninggal dunia.
3.Menghibur tuan rumah yang benar adalah kita memberikan uang santunan dan berupa beras maka ini boleh,inilah yang di maksud menghibur tuan rumah itu.uang santunan dan beras yang di terima keluarga yang di tinggalkan si mayit adalah untuk makan mereka sehari-hari dan uang jajan mereka ,bukan untuk di buat acara 7 hari dan 40 hari dan bukan untuk mendukung ajaran bid'ah karena uang dan beras yang di sedekahkan itu akan kembali lagi kepada pemilik-pemilik yang bersedekah melalui acara makan-makan,
Dalam surat yasin itu sendiri tepatnya di ayat ke 21 di jelaskan di sana bahwa Allah berfirman:
اتَّبِعُوا
مَن لاَّ يَسْأَلُكُمْ أَجْراً وَهُم مُّهْتَدُونَ
" Ikutilah orang yang tidak meminta upah(imbalan) kepadamu;
dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS.Yasin:21)
orang yang ikut yasinan sangat jelas bahwa mereka termasuk orang-orang yang meinta upah,terbukti Uang santunan dan beras yang mereka berikan kepada yang sedang berduka kembali lagi kepada mereka pada malam yasinan melalui makan-makan.Terkadang pemimpin doa dan pemimpin yasinan dapat upah juga
NAUZUBILLLAH... Bahkan ada orang yang sampai menghutang untuk membuat acara 40 hari karena uang santunan dari orang lain tidak cukup untuk membuat acara 40 hari simayit.nauzubiilah..hal ini terjadi kepada orang-orang fakir miskin yang habis terkena musibah kematian .Disinilah letak keburukan yasinan yang paling menonjol karena:
pertama: dia mendukung ajaran bid'ah (tidak di ajarkan nabi)
kedua :dia melakukan perbuatan yang sia-sia karena yasinan ajaran yang tertolak dalam islam (bid'ah)
sangat-sangat tidak ada manfaatnya bagi orang yang membuat yasinan,tidak dapat pahala karena bukan ajaran nabi justru dapat dosa karena melakukan bid'ah
4.Nenek moyang kita ini dulunya beragama hindu dan buddha karena hindu dan buddha adalah agama yang pertama kali masuk ke Indonesia yaitu kerajaan sriwijaya dan majapahit.Kebenaran itu bukan terletak pada nenek moyang kita tapi Nabi Muhammad SAW. .Makanya ajaran-ajaran islam di Indonesia ini banyak yang tercampur dengan akidah-akidah dan syariat-syariat hindu dan berbeda dengan pusatnya islam di Mekkah.makanya masih ada ajaran-ajaran hindu yang tersisa di negeri ini,ketika islam masuk ke Indonesia maka Belanda dan para ahlul bid'ah zaman dulu banyak yang menyimpangkan ajaran-ajaran islam yang di bawa oleh para wali.
ajaran-ajaran nenek moyang kita dulu telah di bantah dalam al-qur'an
Allah berfirman :
وَإِذَا قِيلَ
لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا
أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لا يَعْقِلُونَ
شَيْئًا وَلا يَهْتَدُونَ
”Dan apabila dikatakan kepada
mereka :”Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah”. Mereka menjawab
:”(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari
(perbuatan) nenek moyang kami”. Apakah mereka akan mengikuti juga,
walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan
tidak mendapat petunjuk?”
(QS. Al Baqarah : 170)
ajaran-ajaran islam di negeri ini sudah banyak yang di simpangkan oleh Belanda,orang-orang berakidah hindu dan para ahlukedual bid'ah zaman dulu,yang telah berhasil menipu nenek moyang kita,sehingga nenek moyang kita mengikuti ajaran sesat mereka sehingga ajaran nenek moyang kita yang sesat ini tersebar sampai sekarang.
5. Membaca al-qur'an memang dianjurkan dalam islam tetapi pengiriman peramalan membaca yasinan ajaran hindu-qur'an untuk orang yang sudah wafat tidak di anjurkan dalam islam karena tidak ada dalilnya.Yasinan adalah cara yang salah dalam membaca al-qur'an.karena orang-orang menggunakan surat yasin untuk pengiriman peramalan si mayit padahal tidak ada dalil shahinya dan surat yasin tersebut di bacakan dengan cara berjamaah,islam tidak menganjurkan pembacaan al-qur'an secara berjamaah,berikut dalilnya:
Maka ketahuilah Allah berfirman:
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Dan apabila dibacakan Al Qur-aan, maka DENGARKANLAH IA (BAIK-BAIK), dan PERHATIKANLAH DENGAN TENANG… agar kamu mendapat rahmat.
(Al-A’raaf: 204)
Mari renungkanlah.....!!!
Ada ribuan amalan-amalan sunnah yang di ajarkanlah oleh Rosullulah SAW, kita belum tentu mampu mengerjakan ribuan sunnah tersebut dari pagi sampai ke pagi lagi ,tapi kenapa kok kita berani melakukan amalan-amalan bid'ah yang jelas-jelas tidak ada tuntunanya dari nabi SAW,apakah kita ini sudah lebih pandai dari nabi? atau kita sudah lebih cerdik lagi dari nabi? atau nenek moyang kita dulu lebih benar dari pada nabi?
Islam telah lahir ke bumi dan telah sempurnahlah ajaran-ajaran islam yang tidak boleh kita tambah-tambahi maupun kita kurang-kurangi.
Sebab turunya ayat berikut :
Dari ibnu jarir meriwayatkan dari ikhrimah ,dia berkata "abdullah bib salam,tsa'labah,ibnu yamin ,asad bin ka'ab,sa'ad bin amr dan qadir bin zaid semuanya adalah orang-orang yahudi.Pada suatu hari mereka berkata kepada Rosullulah SAW " wahai Rosullulah hari sabtu adalah hari yang sangat kami agungkan ,maka biarkanlah kami melakukan ritual pada hari itu dan Taurat adalah kitab Allah maka biarkanlah kami bangun malam denganya" ,maka turunlah ayat:
وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا
“Dan telah sempurna kalimat Rabb-mu (Al-Qur-an), (sebagai kalimat) yang benar dan adil …” [Al-An’aam: 115]
dari sini jelas bahwa Allah telah menyempurnahkan ajaran islam dan menyuruh kaum yahudi pada zaman itu untuk segera meninggalkan ajaran-ajaran nenek moyang mereka,untuk itu yasinan yang katanya ajaran orang-orang terdahulu dari nenek moyang kita harus segera di tinggalkan karena islam adalah agama yang telah di sempurnahkan :
Allah Azza wa Jalla berfirman:
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku
cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama
bagimu …” [Al-Maa-idah: 3]
Dampak buruk dari kegiatan Yasinan:
Memang kita menganggap yasinan itu cuma adat atau tradisi atau bid'ah hasanah bagi banyak orang namun di masa depan anak dan cucu kita akan menganggap itu sunnah,bahkan wajib dan di anggap syariat islam (dianggap bagian dari ajaran dan rukun islam).padahal semua yasinan itu tidak ada dalilnya.segala amalan yang tidak kita ketahui dalilnya dari mana ? dan hukumnya dari nabi SAW akan di pertanyakan nanti di akhirat.
Coba bayangkan ,bagaimana jika pertanyaan ini nanti di pertanyakan oleh Allah di akhirat
" kamu mengadakan yasinan dalilnya dari mana? mana hadistnya? jika ini dari nabi, siapakah yang memimpin yasinan pada zaman Rosullulah" ?
Kalian akan jawab apa nanti di akhirat ?
semua itu akan terjadi karena Allah telah menjelaskanya di dalam al-Qur'an :
وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولـئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً
“Dan janganlah engkau mengikuti apa yang
engkau tidak punya pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran,
penglihatan, dan hati semuanya itu akan dimintai
pertanggungan-jawabnya.” (QS. Al Isra’: 36)
YASINAN ADALAH SIASAT SETAN :
-Banyak orang yang melakukan tahlilan dengan membaca kalimat tahlil “la ilaha illa-Llah” (لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ) sambil kepalanya di goyang-goyang sehingga seolah-olah sedang memperolok-olok kalimat tauhid tersebut dan mereka terlihat asyik mengucapkan kalimat tahlil tersebut seperti layaknya musik,cara berzikir seperti ini menyerupai cara ibadahnya orang-orang YAHUDI ,dimana orang-orang yahudi beribadah kepalanya sambil bergoyang-goyang. Setan membuat mereka berzikir yang menyerupai zikirnya orang-orang yahudi dan membuatmu memperolok-olok kalimat tahlil tersebut.
-Tahlilan adalah zikir bersama yang tidak di ajarkan oleh Rosullulah SAW sehingga hal ini menjadi Bid'ah dan setan paling suka dengan ahlul Bid,ah
-Mengeraskan suara dalam berzikir (bertahlil) adalah hal yang dilarang oleh Rosullulah SAW.
Dalam hadits Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
كُنَّا مَعَ
رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – ، فَكُنَّا إِذَا أَشْرَفْنَا
عَلَى وَادٍ هَلَّلْنَا وَكَبَّرْنَا ارْتَفَعَتْ أَصْوَاتُنَا ، فَقَالَ
النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، ارْبَعُوا
عَلَى أَنْفُسِكُمْ ، فَإِنَّكُمْ لاَ تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلاَ غَائِبًا ،
إِنَّهُ مَعَكُمْ ، إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ ، تَبَارَكَ اسْمُهُ
وَتَعَالَى جَدُّهُ »
“Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika sampai ke suatu lembah, kami bertahlil dan bertakbir dengan mengeraskan suara kami. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Wahai sekalian manusia. Lirihkanlah suara kalian. Kalian tidaklah menyeru sesuatu yang tuli dan ghoib. Sesungguhnya Allah bersama kalian. Allah Maha Mendengar dan Maha Dekat. Maha berkah nama dan Maha Tinggi kemuliaan-Nya.” (HR. Bukhari no. 2830 dan Muslim no. 2704)
Adapun menurut pendapat imam syafei bahwa nabi pernah mengeraskan bacaan zikirnya untuk mengajarkan orang-orang dahulu cara berzikir dan menurut sebagian ulama menyatakan bahwa nabi melakukan itu bukan setelah shalat berjamaa'ah tapi ketika mengadakan pengajian tentang cara-cara berzikir.
-Banyak orang yang berhutang berjuta-juta bahkan ada yang sampai harus terjual tanah dan kendaraanya demi membuat amalan bid'ah yasinan apalagi jika yang membuat acara yasinan itu keluarga yang yatim piatu ( anak yang belum balig yang di tinggal mati oleh orang tuanya) sehingga orang-orang yang makan pada malam yasinan tersebut sama dengan memakan harta anak yatim dan ini merupakan dosa besar.
Kemudian ada yang berpendapat, " lho...bukanya orang yang sudah meninggal itu harus di doa kan"?
Saya jelaskan bahwa orang-orang yang tidak mengadakan yasinan bukan berarti mereka tidak peduli dengan keluarga mereka yang sudah meninggal dunia,bukan berarti mereka tidak mau mendoakan orang yang sudah mati.
Kalau kalian ingin mengirimkan peramalan sama orang yang sudah mati ,ingin memberikan doa kepada mereka yang sudah meninggal dunia bukan dengan cara membuat amalan bid'ah yasinan, yaitu memberikan peramalan dan mengirimkan doa yang sesuai dengan sunah,yang sesuai dengan ajaran Allah dan Rasulnya ,yang sesuai dengan AL-Qur'an dan al hadist .
Lalu bagaimanakah mengrimkan peramalan dan doa yang sesuai Al qur'an dan al hadist?
saya akan berikan ilmunya pada artikel yang akan datang